Sebelumnya terima
kasih udah mau menyempatkan waktu untuk membuka blog ini, kali ini aku mau bagi
cerita ni. Dari judulnya aja udah ketahuan apa yang akan aku ceritakan, tapi
meskipun udah tau tentang intinya kalian musti tau gimana prosesnya..
Jadi, waktu itu
tepat pada tahun 2010, aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, saat
itu aku kelas 3. Aku bukan perempuan yang cantik-cantik amat saat itu, kalau
kalian baca postingan pertamaku kalian tau aku orangnya seperti apa. Iyaa,
senyum aja susah. Tapi, saat itu aku udah ngerti bagaimana caranya tersenyum
hehe. Aku juga cewek yang paling nggak bisa banyak ngomong dan kalau becanda
seadanya (nggak tau sekarang), karena dulu aku lebih suka fokus belajar, dan
mata pelajaran yang paling aku suka fisika dan matematika dan aku sangat
mengidolakan guruku. Nah, masalahnya sekarang bukan guruku yang jadi pemeran
utama dari judulku. Jadi, aku pernah suka sama seseorang yang pasti itu cowok
yaa, lawan jenis aku. Dia tu cowok yang biasa aja, kurus banget, kucel banget,
nggak rapi dan apa sih yang perlu dibanggain dari dia (sekarang aja bilang gitu
haha) dulu aku suka karena dia kece dan punya selera humor yang baik (kece
apanya kucel katanya) iyaaa bener, aku suka sama dia sampai nggak ngerti lagi
kenapa bisa gitu.
Oke, sekian lama
aku simpan perasaan aku sama dia, dia pun akhirnya tau kalau aku suka sama dia,
iyaa dia tau tapi dia malah bersikap lebih keren lagi dan jadi gimana gitu
gayanya sering lirik, sering ngelus-ngelus kepala aku, yaa tau lah masa-masa
bocah jatuh cinta tu menggelikan banget yaa, tapi ya itulah semakin dia
bersikap gitu semakin kesini aku makin suka dan nggak ngerti deh itu cinta apa
bukan. Sampai pada akhirnya, ett.... bukan bilang suka tapi dia nggak masuk
sekolah saat itu, ternyata kata temen dekatnya bilang kalau dia kecelakaan dan
salah satu tangannya kegeser gitu tulangnya. Yaampun, saat itu aku sedih banget
(bocah-bocah) iyaa sedih sampai aku punya inisiatif buat ngumpulin uang
keteman-teman buat sumbangin ke dia (udah kayak sumbangan buat orang meninggal
aja ya) jadi, dia kecelakaan itu pake seragam pulang dari sekolah jadi bajunya
robek gitu, jadi aku kepikiran buat ngumpulin uang buat dia. Yaaa temen-temen
setuju sih karena tau dia orangnya gimana easy-going dehh...
Uang terkumpul
buat dia, dan aku ceritain lah sama mama ni, sampai aku ceritain kalau
seragamnya robek gitu. Mama ngasi aku uang buat dia, tapi uangnya aku pake buat
beli seragam buat dia. Jadi, uang dari teman-teman utuh buat dia dan aku ngasi
seragam juga. Yaampun aku nggak ngerti deh bocah bisa punya perasaan kayak
gitu, tapi memang seperti itulah aku. Dan sorenya aku jenguk dia dan datang ke
rumahnya bersama temanku. Iyaa singkat cerita begitulah, aku memberi sesuatu
supaya dia senang dan aku berharap dia cepat sembuh. Karena, memang sehari gak
lihat dia tu rasanya gimana gitu. Setelah pulang jenguk aku nangis dikamar,
karena dia sakit begitu. Ahh.. lucu aja sih ngingatnya
Iyaa, sampai
saatnya dia sembuh kita bisa barengan lagi, kita juga ngikutin les yang sama.
Iyaa les matematika senang banget sih ketemu dia setiap sore. Tapi, yang buat
sakit tu kalau hp nya bunyi dan itu telepon nggak tau deh dari siapa, dia juga
statusnya belum punya pacar tapi setiap mau les hp nya bunyi dan aku sampai
hafal lagunya dan menjadi lagu favorite aku “stuck in the moment – JB” yaa
begitulah dia.
Setelah kejadian
kecelakaan itu, dia memang berubah tapi aku nggak ngerasain sih, aku sadar
ketika dia bilang sama temannya kalau dia nggak bisa suka sama aku dan temannya
bilang sama aku. Dia nggak bisa suka dan dia hanya nganggap aku teman bahkan
dia bilang aku bukan tipenya dia. Wtf, aku pulang aku masuk kamar aku nangis
sampai sore, aku nangis apapun tentang dia sampai hujan gitu suasananya terus
pas aku teriak dikit tiba-tiba dibarengin guntur gitu, jadi kayak difilm-film
yaa.. hehe tapi, kalau dirasain itu sakit dan itu sakit banget yaa di kasi
harapan dari awal gitu. Yaudah setelah itu terjadi, mau nggak mau aku terima
semua.
Dari sekian
ceritanya, sampai saat SMA aku udah mulai lupa semua tentang anak itu, dan aku
akhirnya tetap berteman baik dengan dia, aku juga sering lihat facebook gitu
dia juga udah punya pacar cantik, body nya bagus sekali. Iyaa ternyata
perempuan seperti itu yang dia suka. Kemudian, aku mulai masuk kuliah. Aku udah
di kota tempat aku kuliah ini, terus aku dikabarin kalau cowok ini menikah
dengan perempuan ini dan orang tua aku diundang. Iyaa aku ikut senang dan aku
mengucapkan selamat untuknya, aku bertanya pada orang tuaku kenapa dia cepat
memilih untuk menikah, ternyata dia menghamili perempuan ini. Oh iyaa, baguslah
kalau dia bertanggung jawab dengan perempuan ini. Hubungannya baik-baik aja dan
berjalan begitu baik dan ini berjalan selama 1 tahun lebih.
Setelah 1 tahun
lebih, aku kok lihat keganjalan sama dia, kok dia selalu buat status yang
menyedihkan seperti itu, aku tanya dia kenapa, ada apa dengan istrimu. Dan pada
akhirnya dia curhat semua tentang rumah tangganya dengan aku. Iyaa, intinya
perempuannya minta cerai dan sepertinya dia nggak bisa ngelanjutin rumah tangga
mereka lagi. Yaa terus bagaimana dengan anaknya, aku bertanya dan ternyata
seluruh tanggug jawab itu diserahkan kepada cowok ini. Yaa hingga akhirnya, dia
cerai, dia duda anak 1, dia juga pekerjaannya sekarang tidak begitu jelas tidak
seperti waktu dia masih pacaran sama perempuan ini, waktu itu uangnya selalu
ngalir, dan setiap kali aku pulang, kekampungku aku pulang liburan kuliah dia
selalu chat rindu aku dan pengen ketemu aku. Aku anggap sih itu Cuma gurauan
dari teman dekat hehe udah nggak ada apa-apa lagi. Tapi, yang jelas hidupnya
sekarang jauh lebih menyedihkan dari yang aku kira.
Jadi, dari
peristiwa yang aku lihat dari dulu sampai sekarang aku putuskan buat dijadikan
pengalaman buat aku dan aku tulis di blog ini, supaya yang baca dapat berhati-hati
kalau memberi harapan pada seseorang, kita nggak pernah tau kapan Tuhan berikan
punishment bagi siapa aja yang udah nyakitin, dan yang udah disakitin sabar
saja karma itu pasti ada. jadi, menurut aku karma itu adalah suatu pelajaran yang Tuhan berikan sama mereka yang udah nyakitin orang. dan kalau kalian beruntung kalian pasti lihat gimana
karma itu jalan entah saat itu juga, besok atau beberapa tahun kemudian. Benar,
semua butuh waktu, yang terpenting sabar, ikhlaskan semua yang sudah terjadi,
ikhlaskan kepergian orang yang sudah menyakiti dan terima sajalah nggak perlu
dibalas. Tunggu saja, Tuhan akan bekerja sesuai kebutuhan kalian.