Rabu, 09 Mei 2018

Karma itu apa? (mungkin cerita ini akan menunjukkan karma itu bagaimana)


Sebelumnya terima kasih udah mau menyempatkan waktu untuk membuka blog ini, kali ini aku mau bagi cerita ni. Dari judulnya aja udah ketahuan apa yang akan aku ceritakan, tapi meskipun udah tau tentang intinya kalian musti tau gimana prosesnya..

Jadi, waktu itu tepat pada tahun 2010, aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, saat itu aku kelas 3. Aku bukan perempuan yang cantik-cantik amat saat itu, kalau kalian baca postingan pertamaku kalian tau aku orangnya seperti apa. Iyaa, senyum aja susah. Tapi, saat itu aku udah ngerti bagaimana caranya tersenyum hehe. Aku juga cewek yang paling nggak bisa banyak ngomong dan kalau becanda seadanya (nggak tau sekarang), karena dulu aku lebih suka fokus belajar, dan mata pelajaran yang paling aku suka fisika dan matematika dan aku sangat mengidolakan guruku. Nah, masalahnya sekarang bukan guruku yang jadi pemeran utama dari judulku. Jadi, aku pernah suka sama seseorang yang pasti itu cowok yaa, lawan jenis aku. Dia tu cowok yang biasa aja, kurus banget, kucel banget, nggak rapi dan apa sih yang perlu dibanggain dari dia (sekarang aja bilang gitu haha) dulu aku suka karena dia kece dan punya selera humor yang baik (kece apanya kucel katanya) iyaaa bener, aku suka sama dia sampai nggak ngerti lagi kenapa bisa gitu.

Oke, sekian lama aku simpan perasaan aku sama dia, dia pun akhirnya tau kalau aku suka sama dia, iyaa dia tau tapi dia malah bersikap lebih keren lagi dan jadi gimana gitu gayanya sering lirik, sering ngelus-ngelus kepala aku, yaa tau lah masa-masa bocah jatuh cinta tu menggelikan banget yaa, tapi ya itulah semakin dia bersikap gitu semakin kesini aku makin suka dan nggak ngerti deh itu cinta apa bukan. Sampai pada akhirnya, ett.... bukan bilang suka tapi dia nggak masuk sekolah saat itu, ternyata kata temen dekatnya bilang kalau dia kecelakaan dan salah satu tangannya kegeser gitu tulangnya. Yaampun, saat itu aku sedih banget (bocah-bocah) iyaa sedih sampai aku punya inisiatif buat ngumpulin uang keteman-teman buat sumbangin ke dia (udah kayak sumbangan buat orang meninggal aja ya) jadi, dia kecelakaan itu pake seragam pulang dari sekolah jadi bajunya robek gitu, jadi aku kepikiran buat ngumpulin uang buat dia. Yaaa temen-temen setuju sih karena tau dia orangnya gimana easy-going dehh...

Uang terkumpul buat dia, dan aku ceritain lah sama mama ni, sampai aku ceritain kalau seragamnya robek gitu. Mama ngasi aku uang buat dia, tapi uangnya aku pake buat beli seragam buat dia. Jadi, uang dari teman-teman utuh buat dia dan aku ngasi seragam juga. Yaampun aku nggak ngerti deh bocah bisa punya perasaan kayak gitu, tapi memang seperti itulah aku. Dan sorenya aku jenguk dia dan datang ke rumahnya bersama temanku. Iyaa singkat cerita begitulah, aku memberi sesuatu supaya dia senang dan aku berharap dia cepat sembuh. Karena, memang sehari gak lihat dia tu rasanya gimana gitu. Setelah pulang jenguk aku nangis dikamar, karena dia sakit begitu. Ahh.. lucu aja sih ngingatnya

Iyaa, sampai saatnya dia sembuh kita bisa barengan lagi, kita juga ngikutin les yang sama. Iyaa les matematika senang banget sih ketemu dia setiap sore. Tapi, yang buat sakit tu kalau hp nya bunyi dan itu telepon nggak tau deh dari siapa, dia juga statusnya belum punya pacar tapi setiap mau les hp nya bunyi dan aku sampai hafal lagunya dan menjadi lagu favorite aku “stuck in the moment – JB” yaa begitulah dia.

Setelah kejadian kecelakaan itu, dia memang berubah tapi aku nggak ngerasain sih, aku sadar ketika dia bilang sama temannya kalau dia nggak bisa suka sama aku dan temannya bilang sama aku. Dia nggak bisa suka dan dia hanya nganggap aku teman bahkan dia bilang aku bukan tipenya dia. Wtf, aku pulang aku masuk kamar aku nangis sampai sore, aku nangis apapun tentang dia sampai hujan gitu suasananya terus pas aku teriak dikit tiba-tiba dibarengin guntur gitu, jadi kayak difilm-film yaa.. hehe tapi, kalau dirasain itu sakit dan itu sakit banget yaa di kasi harapan dari awal gitu. Yaudah setelah itu terjadi, mau nggak mau aku terima semua.

Dari sekian ceritanya, sampai saat SMA aku udah mulai lupa semua tentang anak itu, dan aku akhirnya tetap berteman baik dengan dia, aku juga sering lihat facebook gitu dia juga udah punya pacar cantik, body nya bagus sekali. Iyaa ternyata perempuan seperti itu yang dia suka. Kemudian, aku mulai masuk kuliah. Aku udah di kota tempat aku kuliah ini, terus aku dikabarin kalau cowok ini menikah dengan perempuan ini dan orang tua aku diundang. Iyaa aku ikut senang dan aku mengucapkan selamat untuknya, aku bertanya pada orang tuaku kenapa dia cepat memilih untuk menikah, ternyata dia menghamili perempuan ini. Oh iyaa, baguslah kalau dia bertanggung jawab dengan perempuan ini. Hubungannya baik-baik aja dan berjalan begitu baik dan ini berjalan selama 1 tahun lebih.

Setelah 1 tahun lebih, aku kok lihat keganjalan sama dia, kok dia selalu buat status yang menyedihkan seperti itu, aku tanya dia kenapa, ada apa dengan istrimu. Dan pada akhirnya dia curhat semua tentang rumah tangganya dengan aku. Iyaa, intinya perempuannya minta cerai dan sepertinya dia nggak bisa ngelanjutin rumah tangga mereka lagi. Yaa terus bagaimana dengan anaknya, aku bertanya dan ternyata seluruh tanggug jawab itu diserahkan kepada cowok ini. Yaa hingga akhirnya, dia cerai, dia duda anak 1, dia juga pekerjaannya sekarang tidak begitu jelas tidak seperti waktu dia masih pacaran sama perempuan ini, waktu itu uangnya selalu ngalir, dan setiap kali aku pulang, kekampungku aku pulang liburan kuliah dia selalu chat rindu aku dan pengen ketemu aku. Aku anggap sih itu Cuma gurauan dari teman dekat hehe udah nggak ada apa-apa lagi. Tapi, yang jelas hidupnya sekarang jauh lebih menyedihkan dari yang aku kira.

Jadi, dari peristiwa yang aku lihat dari dulu sampai sekarang aku putuskan buat dijadikan pengalaman buat aku dan aku tulis di blog ini, supaya yang baca dapat berhati-hati kalau memberi harapan pada seseorang, kita nggak pernah tau kapan Tuhan berikan punishment bagi siapa aja yang udah nyakitin, dan yang udah disakitin sabar saja karma itu pasti ada. jadi, menurut aku karma itu adalah suatu pelajaran yang Tuhan berikan sama mereka yang udah nyakitin orang. dan kalau kalian beruntung kalian pasti lihat gimana karma itu jalan entah saat itu juga, besok atau beberapa tahun kemudian. Benar, semua butuh waktu, yang terpenting sabar, ikhlaskan semua yang sudah terjadi, ikhlaskan kepergian orang yang sudah menyakiti dan terima sajalah nggak perlu dibalas. Tunggu saja, Tuhan akan bekerja sesuai kebutuhan kalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar